CARNIVORED Interview (Indonesia)


Ini adalah Interview Ke-2 kalinya bersama Band Brutal Death Metal Mengerikan asal Tangerang, Banten yang memang beberapa tahun lalu sejak kemunculan sangat mengundang Kekaguman gw dengan segala permainannya yang asli Dasyat dengan Sound yang Fantastis ! memang sepatutnya selalu akan Gw hadirkan Informasi tentang band ini yang semakin Matang saja melalui Full Album pertama mereka " Revival " adalah sebuah Bentuk Kejahatan baru mereka dalam Menggilas Death Metal Freak dengan sajian yang berkualitas, dan Ronald Alexander memang seorang Objektif serta Open Minded dengan semua jawaban Interview yang Gw sodorkan dan di Jawab juga oleh Gitaris Bertalenta Ario Nugroho, so Cekidot langsung hasil Interviewnya dibawah ini .....

Hello Boss Apa Khabarnya Nih !!
Ronald : Kabar kita baik-baik saja di sini. kiranya kamu juga baik baik saja di sana. Btw dapat salam dari Bimorbid hehehe. ( Salam Balik Boss !! .ed )

Ok, Ada enak-nya kita Mulai Interview ini dengan Sedikit Flesbek cerita terbentuknya CARNIVORED ini beberapa Tahun silam hehehe, Biar Tambah Mantap aja dan sekali lagi Pertanyaan Membosankan Gw sampaikan lagi, alasan Utama apa yang membuat Boss kasih nama Band ini CARNIVORED ? apakah Boss tidak begitu greget dengan nama2 lain yang lebih " Jauh Lebih sadis " umpamanya hehehhe ?
Ronald : Hmmm sekitar tahun 2006, Ario dan temannya Hansen yang kebetulan sedang menggemari musik metal berniat untuk membuat band death metal. Lalu diajaklah Gilang dan Geo untuk bergabung. Dan terbentuklah sebuah band death metal dari Tangerang Selatan a.k.a Pamulang yang diberi nama Rosalinda dengan formasi Ario = gitar, Hansen = vokal, Gilang = bass, dan Geo =drum.Mungkin karena nama Rosalinda dianggap kurang gahar, dan tidak metal (saya juga heran kenapa nama Rosalinda dipilih untuk dijadikan sebuah nama band death metal hehehe :P), akhirnya ditahun 2007 diganti menjadi Carnivored oleh Hansen.  Kalau tidak salah pemilihan nama Carnivored merupakan bentuk pemaknaan singkat/garis besar dari penggambaran sisi kemanusiaan sesorang yang semakin lama semakin hilang termakan oleh hawa napsu. Yaa dibalik itu semua, bukankah nama Carnivored itu sudah cukup gahar n metal bukan ?? Hehe ... Karena ada beberapa masalah yang terbilang cukup berat yang menimpa beberapa personil, sekitar 1 tahun lamanya band ini sempat tidak melakukan kegiatan bermusik sama sekali, hingga Hansen dan Geo memutuskan untuk keluar karena alasan pribadi. Ditahun 2009, Ario dan Gilang mencoba untuk tetap meneruskan band ini dan mulai mencari beberapa personil pengganti. Ada beberapa nama yang sempat menjadi personil, seperti Robby pada gitar, namun hanya bertahan dalam waktu singkat saja dan langsung digantikan oleh Ilham. Mereka juga mengajak beberapa teman satu tongkrongan yang notabenenya juga memiliki band death metal seperjuangan, seperti Fusau dari Abolish Conception pada drum, Ronald dari One Shoot one Kill pada vokal. Fusau hanya bertahan sebentar saja karena lebih memilih fokus terhadap band terdahulunya dan langsung digantikan oleh Oces dari Maia pada drum. Lalu ilham juga mengundurkan diri karena alasan studi dan perkerjaannya. Dirk dari abolish Conception dan Masticator mengisi sebagai additional gitaris menggantikan Ilham hingga saat ini. Pada April 2012 lalu, dengan berat hati kami terpaksa mengeluarkan Gilang, dikarenakan banyaknya perbedaan pendapat, banyaknya benturan masalah, hingga visi misi yang sudah tidak sejalan lagi. Posisi Gilang segera digantikan oleh Alan dari Funeral Inception sebagai additional bass hingga sekarang.

Lalu siapa Line Up Terkini CARNIVORED? Apakah kalian Masih Begitu Enjoy Untuk formasi Trio ?
Ronald : Line up Carnivored hingga saat ini :

Ario Nugroho - Gitar
Rachmat “Oces” Mukti - Drum
Ronald Alexander - Vocal


Sejauh ini kita nyaman-nyaman saja, tapi untuk urusan panggung tetap saja was was, untungnya kita mendapatkan bantuan dari teman kami, yaitu Dirk (Abolish Conception & Masticator) sebagai additional gitaris dan Alan (Funeral Inception) sebagai additional bassis.

Apakah Style Musik DF sudah kurang begitu mewakili lagi karakter Imej Brutal Band di Scene Jakarta yang Saat ini memang lagi Keranjingan Gaya Bermain Brutal Death Metal dengan Sentuhan Teknikal ? Bagaimana dengan Gaya Slamming Brutal Death Metal yang saat ini sedang pesat berkembang ( atau " Trend " saja ) atau bagi CARNIVORED, Brutal Death Metal jauh lebih menjadi sebuah Attitude utama?
Ronald : Hmmm ... Seiring dengan kemajuan teknologi salah satunya internet, tentu kita semakin dimudahkan untuk mendapatkan referensi musik yang lebih luas lagi. Jadi tidak hanya Dying Fetus saja yang didengarkan, semakin banyak pilihan lainnya. Apakah slamming brutal death metal hanya sebatas trend saja atau bukan, ya kembali kepribadi orang yang menggelutinya, kita lihat saja 5 tahun kedepan. Setau saya brutal death metal itu bukan attitude, tapi merupakan style musik dalam subgenre death metal. Jika berbicara mengenai attitude, bersikap sewajarnya saja, respect each others, and just be yourself.

Materi CD " Revival " memang terasa Dasyat Banget Komposisinya, Bagi Gw Pribadi dan beberapa yang lainnya adalah Sesuatu yang " luar Biasa " Dasyat secara Musikalitas dan Sound Produksinya, This Amazing Masterpiece !! well apa sih yang sekali lagi membuat Boss memainkan Konsep Seperti ini ? adakah Terbesit untuk menciptakan sesuatu yang Bahkan lebih baru lagi suatu saat nanti jika Brutal Death Metal Teknikal sudah mulai tidak diminati?
Ronald : Thanks a lot for the words Man !! Sederhana saja ... sejauh ini kami hanya mengeluarkan apa yang ada di kepala kami, semuanya mengalir begitu saja. Yup tentu, kami ingin sesuatu yang baru di setiap album kami kedepannya, kami ingin lebih dewasa secara musikalitas, ingin lebih bernuansa, terlepas itu mau brutal atau teknikal, bla bla bla terserah publik yang menilai, yang terpenting adalah tetap pada jalur death metal.

Sejauh ini bagaimana respon yang di dapat CARNIVORED begitu CD ini dirilis ?? apakah masih ada beberapa Komentar " Miring " yang kalian Jumpai sejauh ini ??
Ronald : Sejauh ini banyak yang memberikan respon positif dan jika ada komentar miring, anggap saja kritik yang membangun. Dan kami sangat berterima kasih kepada teman-teman semua yang telah memberikan sedikit responnya terhadap musik kami. Thanks a lot !!!

Sebenarnya CD " Revival " ini dirilis Tahun 2011 atau 2012 ??
Ronald : Seharusnya bisa rilis lebih awal sekitar di akhir tahun 2011, namun karena kepergian sang pahlawan death metal tanah air, Rio Gendatz, akhirnya album ini rilis Februari 2012.

lalu makna apa yang ingin CARNIVORED sampaikan dan Ingin Gali lebih dalam lagi tentang " Revival " itu sendiri? apakah ini terinspirasi dari sebuah Kejadian nyata atau hanya Rekaan " Kata/Kalimat " dari kalian saja??
Ronald : Ada sebuah cerita yang ingin disampaikan, mengenai suatu kebangkitan yang terjadi pada suatu masa. Dan nama “Revival” menjadi sebuah ambigu yang kami gambarkan pada artwork album dengan sebuah karakter anjing atau serigala yang berjubah putih yang melambangkan suatu kelicikan yang dibalut oleh kesucian. Dan karakter tersebut memegang dua kapak kembar yang memaknai sebuah kekejaman yang akan dibuat olehnya. Disampingnya ada sebuah pilar-pilar yang mengelilingi karakter tersebut, dan api yang melingkari dirinya, itu melambangkan sebuah kebangkitan yang mutlak, kejam, bersemangat dan kokoh. Dan dua hal lagi yang ingin kami jelaskan yaitu labirin yang teralirkan darah dan menara di belakang karakter itu. Labirin merupakan kesimpulan dari sebuah kehidupan yang berliku dan dipenuhi kekejaman didalamnya, sementara menara merupakan sebuah penggambaran dari sebuah kesombongan manusia. Secara garis besar, Revival bercerita mengenai fenomena – fenomena masa lampau, sekarang dan yang akan terjadi di masyarakat seputar masalah social-politik, agama, tuhan, krisi kepercayaan / iman, bencana, perang, hingga konspirasi. Seolah – olah semua itu akan menghantarkan dunia kepada kiamat. Disamping itu semua, pemilihan nama “Revival”, juga sebagai bentuk kebangkitan band ini sendiri setelah diterpa berbagai masalah yang terbilang cukup berat selama proses penggarapan album sejak tahun 2008 yang sempat tertunda.

Bagaimana dengan Proses Rekaman CD ini ?? Apakah banyak Kendala Yang CARNIVORED Alami ? dan bagaimana Cara CARNIVORED itu mengkomposisi sebuah Lagu sebelum Final-nya Kalian Rekam ? dan Metode yang CARNIVORED gunakan Seperti bagaimana ? apakah semuanya dimulai dari penciptaan Riff Guitar yang kemudian di Perlihatkan ke sang Drummer ?
Ronald : Untuk proses rekaman album ini, karena keterbatasan dana , kita melakukan proses rekaman hingga mastering lebih dari satu studio, jadi dicicil satu persatu. Untuk gitar di SS Music Studio Pamulang, Drum di MasterPlan Bandung, Bass dan Vocal di Adnan Records yang merupakan sebuah home recording. Lalu untuk proses mixing/mastering kita lakukan kembali di MasterPlan Bandung. Penggarapan album ini sudah berjalan sekitar tahun 2008, karena banyaknya kendala mulai dari beberapa kali mengalami pengantian personil, sempat 2 kali mengalami kecelakaan pada saat mau manggung dan latihan, perbedaan pendapat, konflik internal, beberapa personil sempat kehilangan semangat, hingga masalah keuangan. Untuk metode pembuatan lagu, standar saja, sama seperti sebagian band-band metal lainnya, tidak ada yang beda. Sebagian besar lagu pada album ini, biasanya Ario (gitar) yang terlebih dahulu mendapatkan inspirasi beberapa potongan rif gitar, sebagiannya lagi Gilang (bass). Rif rif mentah tersebut biasanya mulai dikembangkan bersama, entah itu di rumah ketika briefing ataupun pada saat sedang latihan di studio.

Gw masih Terbius dengan permainan Dasyat dan aransemen Riffing Gitar CARNIVORED dialbum ini, apakah seorang Ario butuh waktu yang lama untuk bisa menciptakan Komposisi Riff seperti ini ?
Ronald : Sekali lagi Thanks a lot for the words Man ! ...
Ario : Terkadang gw suka rada cepat dalam mendapatkan rif-rif gitar, contoh biasanya pagi-pagi para gitaris atau basist pasti sambil bengong atau sambil ngobrol lalu sambil memainkan gitar atau bass lalu tanpa disengaja mendapatkan part-part yang bagus, akan tetapi jika dilakukan dengan seriuskurang tau juga apakah hasilnya akan bagus atau tidak..Haha *kidding. Jadi yang membedakan itu saat sedang relax atau tidaknya, karena secara psikologi kita setiap menit, setiap jam, setiap hari, semua suara yang masuk telinga kita akan tersimpan di-memory kita, sama saja dengan beberapa rif, tanpa kita sadari akan melekat di otak kita. Makanya untuk mendapatkan riff, itu cenderung cepat, tetapi yang butuh waktu lama adalah ketika mengaransemen dan mengkomposisikan rif-rif tersebut. Bahkan jika sudah menjadi line rhytem utamanya pun masih bisa lama karena isian-isian seperti lead, feel dan layer-layer lainya yangg untuk mendukung kemegahan dan soul di lagu yang dibuat. Karna punya part-part yang bagus pun kalau ketika mengaransemenya dan mengkomposisikan part-nya tidak pass, bisa jadi tidak enak, atau sudah mengaransemen bagus tapi ada isian-isian lead, feel, yang tidak pas pun bisa merusak lagu tersebut. Lalu hubungan dengan pertanyaan diatas, jadi dalam mendapatkan riff atau part-part gitar gw cenderung cepat, tetapi untuk mengaransemen dan mengkomposisi part-part tersebut cenderung butuh waktu karena perlu revisi dan lain-lain.

Lalu Bagaimana CARNIVORED Bisa bertemu dan Deal Kontrak dengan Rottrevore records? apakah Rottrevore records juga terhitung tertarik dan berminat sekali dengan " Demo 2008 " CARNIVORED itu sendiri?
Ronald : Sekitar tahun 2007, kami meng-upload demo pertama kami berisikan 3 buah lagu ke myspace.com berbekal demo tersebut kami mulai menjelahi panggung – panggung metal kecil di kota Jakarta dan sekitarnya. Dan tak lama pihak Rottrevore menghubungi kami via myspace.com bahwa tertarik untuk merilis album pertama kami.

Bagaimana Boss tentang Perkembangan Death Metal Scene di Tangerang Khususnya saat ini ? Apakah Musik Death Metal Bakalan Tergilas oleh " Booming " Genre Slamming Death metal atau Deathcore ? Ada rekomendasi Band2 New Comer yang CARNIVORED siap menjadi Band " Berbahaya " dimasa yang akan datang?
Ronald : Hmmm Untuk Tangerang secara garis besar, gw kurang begitu mengetahui, tetapi untuk di wilayah Tangerang Selatan, khususnya Pamulang terlihat berkembang dimulai sekitar tahun 2007/2008, banyak band-band death metal baru yang bermunculan entah itu dengan style slamming, teknikal, brutal, deathcore, blackened. Tapi hingga saat ini satupersatu mulai menghilang, sebagian mulai tertarik mendengarkan bahkan memainkan sub genre metal yang berbeda seperti thrash metal, sludge, stoner, doom, black metal, grindcore, D-beat. Mungkin mereka juga sudah jenuh jika ke suatu acara metal yang isinya brutal/slamming band semuanya dari awal sampai akhir acara, hehehe. Yeah di Tangerang Selatan masih ada beberapa band yang tetep bertahan dengan musikalitas yang semakin baik, diantaranya : (ini yang gw tau ya, hehe)

Abolish Conception > http://www.facebook.com/abolishconceptiondeath
Masticator > http://www.facebook.com/MasticatorJKT
Deth Krokodil > http://www.facebook.com/pages/Deth-Krokodil/166711876686318
(sebenarnya Grindcore band dari Depok, tapi sangat patut untuk kalian dengarkan)
Whispered Necrology > http://www.facebook.com/pages/Whispered-Necrology/72666746900
Servant of Eternal > http://www.facebook.com/pages/SERVANT-OF-ETERNAL/189934687735021
Unsheated > http://www.facebook.com/unsheathed
Peroxide > http://www.facebook.com/PeroxideINA?ref=ts

Dan lalu menurut CARNIVORED, bagaimanakah perkembangan Musik Death Metal di Indonesia untuk 5 tahun yang akan datang ?? dan menurut CARNIVORED apakah Metode rekaman Musik secara Manual masih tetap lebih baik dari Metode Digital ? mengingat banyak band sekarang punya rekaman bagus tapi begitu Maen diatas panggung jelas Kadang sama sekali Beda dengan rekamannya. apakah ini hanya sebuah Fenomena saja dari Peradaban teknologi semata ?
Ronald : Akan tetap berkembang secara musikalitas pada setiap bandnya, namun untuk kuantitas mungkin tidak akan sebanyak saat ini, mereka mungkin lebih tertantang untuk memainkan subgenre metal lainnya, seperti yang gw sebutkan diatas.
Ario : Menurut gw, manual tetap lebih baik. Itu pilihan gw. Walaupun cukup sulit untuk mengatur sound itu sendiri, mulai dari micking-nya posisinya, karena jika bergeser beberapa cm saja itu bisa berbeda-beda sound yang dihasilkan di speaker monitor flat pada operator. Apa lagi jika ingin menggabungkan beberapa karakter sound dari head yang berbeda, biasa lebih sulit untuk mangaturnya. Ditambah harus meredam noise semaksimal mungkin tanpa harus memotong banyak gain, tetapi dibalik kesulitanya itu, tetap tidak akan sia sia karena akan menghasilkan sound yang pure apa adanya dari karakter setiap head yang dipakai. Lalu hubunganya dengan fakta di atas panggung berbeda dengan hasil rekaman, adalah = kita bisa menyesuaikan dengan keadaan apa adanya, sesuai dengan head yang kita miliki, contohnya Randall, lalu kita rekaman dengan Randall, lalu kita pun manggung dengan Randall. Akan tetapi bukan berarti gw memojokan digital recording, gw gak memungkiri bahwa gw pun menyukai recording digital, tetapi pada penggunaanya, gw hanya sebatas untuk membuat guide di rumah dan memang banyak manfaatnya juga untuk berlatih, mengkomposisi lagu entah metal, pop, rock sampai solo. Tapi untuk di atas panggung gw tetep manual. Intinya mau manual atau digital, semua kembali lagi ke personal orangnya. Digital atau manual, pada saat di panggung yang terpenting bisa mempertanggung jawabkan sebaik mungkin apa yang sudah dibuat pada saat rekaman, jadi kalaupun misalnya karena keterbatasan alat dan mengharuskan menggunakan digital, tidak masalah selama diatas panggung bisa menghasilkan sound yang sama seperti di hasil rekaman, entah dengan mencari eq sendiri dengan menggabungkan efek dan lain-lain. ( Jawaban Yang sangat Baguss Boss !!! .ed )

Menurut CARNIVORED :

10 Album Teknikal Brutal Death Metal terbaik sepanjang masa ??
10 album death metal terbaik :

Pierced from Within - Suffocation
None so Vile - Cryptopsy
Individual Through Pattern - Death
Altar of Madness - Morbid Angel
Cabinet - Spawn of Possession
Epitaph - Necrophagist
The Bleeding - Cannibal Corpse
Retribution - Malevolent Creation
Temple of Knowledge - Kataklysm
For Victory ... - Bolt Thrower


** Suffocation " effigy Of The Forgotten " atau " Pierced From Within " ??
Pierced From Within
** Cannibal Corpse " Eaten Back To Life " atau " The Bleeding " ??
The Bleeding
** Informasi TV ato Internet ?
Internet

Kesibukan Member CARNIVORED selain Bermusik? atau Side project beberapa Member CARNIVORED selama ini?
Ario : Berlatih gitar, Carnivored, Hellcrust, Deadsquad (additional), kuliah, mengajar gitar, bapak rumah tangga.
Oces : Berlatih drum, calo industri garment, makan dan tidur.
Ronald : Usaha dibidang clothing, menyelesaikan studi perguruan tinggi, olah raga.

The Next Plan CARNIVORED ??

Ronald : Tour, dan tentu saja album kedua. Mungkin video klip juga.

Makasih Boss Atas Waktunya Menjawab Pertanyaan2 Konyol ini hehehehe, and Your Last Words??
Long life Lost in Chaos !

http://www.myspace.com/carnivoreds
http://www.facebook.com/carnivoreds
http://www.reverbnation.com/carnivoreds
http://twitter.com/Carnivored
http://www.youtube.com/user/CarnivoredIDDM
http://www.last.fm/music/carnivored
carnivored.iddm@gmail.com


LOSTINCHAOS INTERVIEW

semua tulisan disini adalah Hak Milik LOSTINCHAOS Mediazine yang Free for Share cukup hanya dengan mencantum-kan Source Interview link-nya. tulisan disini dibuat dengan jujur tanpa tendensi apapun. saran, kritik dan caci maki, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, Keep Metal Flame till' die !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thanxs for read this Interview, Please Leave some Comment for this ... :)